Menganalisis Iklan pada Media Televisi

Kelompok

Nama : Ishaq Hasan               (12209872)

Rahmah Mumtazah (16209201)

Rinaldi Yahya           (13209696)

Kelas : 4EA06

Matkul : Etika Bisnis

Menurut para ahli mengatakan (Bertens) menyatakan bahwa etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi kritis tentang moralitas dalam kegiatan ekonomi dan bisnis. Kelompok kami ingin membahas perindustrian produk mie.

Mie Sedaap

Mie Sedaap adalah merek mi instan populer kedua di Indonesia, diproduksi oleh Wings Food. Diluncurkan pada tahun 2003. Selain di Indonesia, Mie Sedaap juga dijual di luar negeri, antara lain Malaysia. Pada tahun 2008 Mie Sedaap meluncurkan kemasan baru dengan formula baru Diperkaya 7 Vitamin. Pada tahun 2009 Mie Sedaap meluncurkan rasa barunya, Rasa Kari Spesial dengan Bumbu Kari Kental dan Rasanya Nendang. Pada tahun 2011 Mie Sedaap meluncurkan rasa barunya, Rasa Ayam Spesial dengan Kaldunya Mantap.

Etika Bisnis Produk Mie Sedaap di media iklan televisi :
Sering kita melihat iklan mie Sedaap di televisi, yang menampilkan artis-artis yang sedang menikmati sedapnya Mie Sedaap. tujuan dari adegan tersebut agar para penonton penasaran sehingga berniat untuk membeli dan mencoba rasa nikmatnya dari mie sedaap tersebut. Dibalik hal tersebut secara tidak langsung menjelaskan bahwa mie sedaap memiliki rasa yang lebih enak dan menggugah selera dibanding produk mie instant yang lainnya.

ANALISIS:

Berdasarkan teori diatas menyatakan bahwa persaingan periklanan di Indonesia semakin ketat sehingga para konsumen menjadi bingung untuk mengkonsumsi produk yang mana. Dengan begitu banyak dari konsumen untuk mencoba produk produk yang baru seperti dari bagian rasa dan penampilan produk tersebut .

Etika bisnis Pada Sarimi

Sarimi adalah merek mi instan terpopuler keempat di Indonesia, diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, diluncurkan pada tahun 1982. Di Indonesia, sebutan “Sarimi” juga umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.

Sarimi (mie instant)

Bagi banyak orang Indonesia, mie Instant biasa disebut dengan Sarimi. padahal kalian tahu sendiri, produk mie instant di indonesia bukan hanya Sarimi. melainkan ada banyak produk lain seperti Indomie, Mie sedap, Supermie, dan lain lain. Tapi rakyat Indonesia sudah kadung meyebut sarimi sebagai brand Mie instant walaupun produk mereka sudah kalah dengan Mie Sedap yang kini menjadi produk Mie Instant terlaris di Indonesia

Iklan Produk Indomie Goreng Rendang:

            Indomie adalah merek produk mie instan yang sangat populer di Indonesia dan Nigeria. Indomie diproduksi oleh PT.Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk paling sukses dari perusahaan milik Sudono Salim ini mulai diluncurkan ke pasar sejak tanggal 9 September 1970, dan pertama kali hadir dengan rasa Ayam dan Udang. Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di Amerika SerikatAustralia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa, dan itu menjadikan Indomie sebagai salah satu dari segelintir produk asli Indonesia yang mampu menembus pasar internasional . Di Indonesia sendiri, sebutan “Indomie” sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.

Dalam hal ini saya akan membahas pemasaran salah satu produk Indofood yaitu Indomie Goreng Rendang.

Perusahaan ini memilih para remaja untuk menjadi artis dalam iklan ini. Bagaimana 3orang lelaki mendekati anak seorang ibukosnya. Salah satu dari mereka memasak indomie goreng rendang. Karena setiap orang mempunyai selera yang sama terhadap makanan ini

Kelebihan Indomie Goreng Rendang:

  • Rasa sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia
  • Memiliki rasa berbeda dibandingkan produk mie lain.
  • Memadu padankan makanan yang diminati orang pada umumnya
  • Frekuensi penayangan lebih banyak sehingga mudah diingat para konsumen
  • Rasanya lebih nendang.
  • Pernah menggunakan artis terkenal seperti grup vocal RAN dan artis cantik Sandra Dewi

Menurut saya dalam iklan ini terlalu banyak menggunakan para remaja. Begitu pula dengan iklan yang dipasang sebelum iklan baru muncul. Perusahaan menggunakan artis bernama Sandra Dewi. Jadi mengibaratkan seolah-olah hanya para kaum remaja saja yang banyak tertarik pada mie tersebut, padahal semua orang mengetahui bahwa setiap orang dari kalangan apapun pasti mereka menyukai mie.

Sedangkan bagi para konsumen, keberadaan Merek menjadi sebuah alat bantu dalam  mengenali dan mengetahui kualitas produk, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk membeli sebuah produk. Jadi tidaklah salah, bila banyak pelaku bisnis menjadikan merek produk sebagai ujung tombak bagi perusahaannya agar bisa memenangkan persaingan pasar.

Berikut kami informasikan mengenai lima strategi merek menurut Kotler (2000) yang bisa Anda gunakan dalam strategi bisnis Anda kedepannya.

1. Lakukan perluasan lini. Perluasan lini dapat dilakukan para pelaku usaha dengan cara  menambahkan varian baru pada produk mereka. Hal ini sengaja dilakukan untuk memperluas  target pasar yang mereka bidik dan menguatkan merek tersebut di kalangan masyarakat luas. Salah satu produk yang telah menggunakan strategi ini adalah produk  sampo Sunsilk. Mereka sengaja mengeluarkan beragam varian produk sampo sesuai dengan jenis rambut konsumennya, seperti sampo untuk rambut rontok, rambut berketombe, rambut kering, rambut berminyak, dan lain sebagainya.

2. Perluasan merek (Brand Extension). Strategi ini sering dilakukan beberapa perusahaan besar untuk menguasai pasar. Mereka memanfaatkan merek yang sudah dikenal banyak orang, untuk mengeluarkan produk baru guna menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Lihat saja merek lifebuoy yang dulunya dikenal masyarakat sebagai merek sabun, sekarang mulai melebarkan sayapnya dengan meluncurkan produk handwash (sabun cuci tangan), serta sampo untuk memperluas merek produknya di pasaran.

3. Gunakan strategi multi-merek. Selain menambahkan varian baru pada produk Anda, salah satu strategi pemasaran lainnya yang bisa digunakan yaitu menggunakan tambahan merek untuk kategori produk yang sama. Strategi ini dilakukan para pengusaha untuk menarik minat konsumen dari berbagai kalangan. Contohnya saja seperti perusahaan Indofood yang sengaja meluncurkan merek Indomie, Supermi, serta Sarimi untuk membidik target pasar yang berbeda. Sehingga tidak heran, jika sampai saat ini Indofood berhasil menjadi market leader untuk kategori produk mie instan.

Mungkin kita semua menyadari bahwa “Mempertahankan posisi terbaik lebih sulit daripada meraihnya”.  Jika dikaitkan dengan dunia pemasaran, sering kita jumpai tingkah polah strategi merek di posisi market leader yang tidak mencerminkan posisinya sebagai market leader.  Terutama bila posisinya mulai  terganggu dan digerogoti oleh pesaingnya.  Beberapa perusahaan seperti kebakaran jenggot dan mengambil tindakan yang dapat merugikan posisinya.

Mari kita flash back ke beberapa tahun ke belakang, ketika Indomie yang merupakan market leader yang sangat kuat dan dominan, mendapat serangan dari Mie Sedaap.  Pangsa pasar mie instant Indofood yang melempar banyak merek di pasar dengan 3 merek utama yaitu Indomie, Supermi dan Sarimi, perlahan tapi pasti mulai digerogoti oleh Mie Sedaap.  Diferensiasi rasa yang diusung produk, mampu mengambil perhatian konsumen yang sudah terbiasa dengan rasa existing brand, yang diperkuat pula dengan nama Mie Sedaap dan tagline“Jelas Terasa Sedapnya”.  Beberapa tahun, Indofood terlihat kelimpungan menghadapi serangan pesaingnya. Indomie sebagai merek leader Indofood sempat ikut tertantang meladeni peperangan melawan Mie Sedaap.

Melihat hasil tracking survei Top Brand (Grafik 1), meskipun Indomie tetap menempati posisi pertama sebagai merek terpopuler, nilai indexnya sempat turun di tahun 2005 sampai dengan tahun 2007, sementara Top Brand Index Mie Sedaap meningkat di tahun tersebut (Mie Sedaap diluncurkan tahun 2003), dan menempati posisi kedua mengalahkan posisi merek Supermi.  Selanjutnya strategi iklan thematic yg diusung Indomie dirasa mampu meningkatkan rasa kebanggaan konsumennya, dimana Indomie merupakan bagian dari masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Index Top Brand Indomie di tahun 2008 sampai dengan 2011 kembali naik sedangkan Mie Sedaap cenderung turun. Di tahun terakhir ini  strategi Indomie diperkuat dengan meningkatkan involvement konsumen dengan kampanye “Ini Ceritaku, Apa Ceritamu”  yang tidak hanya dikomunikasikan di media konvensional namun juga menjadi pembicaraan di media digital seperti social media.

Analisis Kelompok Kami:

Menurut analisis kami dalam sudut pandang etika bisnis bahwa ketiga iklan dari perindustrian mie tersebut tidak saling menyerang. Mereka berlomba-lomba menampilkan keunggulan dari produk yang mereka ciptakan dengan menggunakan artis-artis terkenal maupun menggunakan keunikan seperti halnya Mie Sedap  dengan menggunakan ungkapan “lidah gak pernah bohong” yang mereka gunakan selalu walaupun sudah berganti cerita dan model dalam iklan tersebut.

Referensi:

https://ianzhamumtazah.wordpress.com/

http://aldycr9.blogspot.com/2012/10/etika-iklan-mie-sedap-di-media-televisi.html

http://hassanishaq.blogspot.com/2012_10_01_archive.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: