KEHIDUPAN SETELAH MATI

Antara orang-orang dari dunia keabadian dan orang-orang didunia yang sekarang selalu terjalin komuniaksi, dan semuanya tunduk kepada kehendak dari kekuatan yang tak terlihat. Sering kali kehendak individu berbuat sesuatu dan meyakin hal itu berasal dari kehendak, izin, dan perintahnya sendiri yang bebas, tapi sebenarnya ia berada dalam pengaruh dan paksaan dari kepastian untuk berbuat itu sendiri. Banyak orang besar yang memperoleh kejayaan dengan penyerahan diri dalam kepatuhan yang utuh kepada kekuatan itu, mengerjakan tanpa segan dan tanpa perlawanan apa yang menjadi kemauannya, seperti biola yang menyerahkan dirinya kepada segala kehendak sang Musisi agung.

Antara duni jiwa dan dunia raga terhampar sebuah lorong dimana kita berjalan dalam ketidaksadaran tidur kita. Dia merengkuh kita dan kita tidak sadar akan kekuatannya, dan ketika kita kembali kepada diri kita sendiri, kita mendapati diri sedang menggenggam biji-biji untuk ditanam dengan hati-hati diatas tanah yang subur dari kehidupan kita sehari-hari, menjadi perbuatan baik dan indah dari kata hati. Jika bukan untuk lorong antara hidup kita dan hidup yang telah pergi, tak akan lahir seorangpun untuk menjadi nabi, penyair, ataupun orang pandai. Sebenarnya lah aku katakana kepadamu dan nanti akan dibuktikan oleh waktu bahwasanya ada ikatan antara dunia atas dan yang dibawahnya, sebagaimana ikatan anatara seorang ibu dan anaknya.

Kita diselimuti dengan atmosfir intuitif yang menarik kesadaran dalam kita dan sebuah pengetahuan yang membuat kita bijaksana, sebuah daya yang menguatkan jiwa kita aku katakana kepadamu bahwa keraguan kita tak akan melemahkan atau menguatkan kepasrahan pada apa yang kita ragukan, dan kenyataan akan kesibukan pemuasan diri tak pernah memalingkan dari penyempurnaan apa yang telah menjadi tujuan, pembuatan diri akan relitas wujud spiritual kita tak akan menyembunyikan wujud spiritual kita dari mata alam semesta dan meski kita berhenti berjalan, kita akan tetap berjalan jika mereka berjalan… dan ketika kita tak bergerak, kita akan tetap bergerak bersama gerakan mereka… dan jika mendiamkan diri kita, kita akan tetap berbicara dengan suara mereka.

Tidur kita tak akan dapat memengaruhi kesadaran mereka dari diri kita, tak juga kesadaran kita akan memalingkan mimpi-mimpi mereka dari khayalan-khayalan kita karena kita dan mereka adalah dua dunia yang dipeluk oleh satu dunia…. Kita dan mereka adalah dua jiwa yang terbungkus dalam satu jiwa… kita dan mereka adalah dua keberadaan yang disatukan pleh satu kesadaran agung dan abadi berada diatas segalanya, tanpa awal tanpa akhir.

Sumber: Kahlil Gibran-Riwayat Cinta

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: