TOEFEL,AGREEMENT AND DISAGREEMENT

TOEFL
 
1.       It is difficult to get used to sleep in a tent after having a soft, comfortable bed to lay on.
To sleep  diganti menjadi to sleeping
 
2.       Marry usually arrives at the office at nine o’clock, but because the storm, she was two hours late.
Because di ganti menjadi because of
 
3.       Many exited women could seen at the departemen store sale.
Could seen diganti menjadi could be seen
 
4.       He likes her new job very much and works hard.
Her diganti menjadi his
 
5.       No one would have attended the lecture if you told the truth the guest speaker.
 
 
6.       He did not attend the meeting last week, and either i do.
 
 
7.       Bess is used to fly after having crossed the continent many times during the past decade.
To fly diganti menjadi flying
 
8.       Sam used to living in Oklahoma, but his company had him transferred to be a better position in Georgia.
Living diganti menjadi live
 
9.       The president went fishing after he has finished with the conference.
Has finished diganti menjadi has finish
 
10.   He did not attend the meeting last week, and neither i do.
Neither i do diganti menjadi neither do i
 
11.   Anybody who plans to attend the meeting ought send a short note to the chairperson.
Ought send diganti menjadi modals
 
12.   No one in our office wants to drive to work any more because of there are always traffic jams at rush hour.
Because of diganti menjadi because
 
 
AGREEMENT AND DISAGREEMENT
 
Expressing Agreement and Disagreement (ungkapan tentang setuju dan tidak setuju) adalah cara kita meminta persetujuan dan pertidaksetujuan atau dengan kata lain kita mengekpresikannya dalam bahsa inggris.

Ada banyak kalimat yangdapat kita gunakan untuk menyatakan setuju atau tidak setuju,berikut contoh dari agreement dan disagreement : 

A.   Agreement (ungkapan setuju)
·                     I agree (saya setuju)
·                     I agree with you (saya setuju dengan anda)
·                     That’s so true (benar sekali)
·                     Exactly (tepat sekali)
·                     I am with you (saya sependapat dengan anda)
·                     No doubt about it (tidak ada keraguan mengenai hal itu
·                      
B.   Disagreement (ungkapan tidak setuju)
·                     I don’t think so (saya rasa tidak..)
·                     I totally disagree (saya sangat tidak setuju)
·                     That’s not always true (itu tak selalu benar)
·                     Not necessarily (itu tidak penting)
·                     I beg to differ (saya ingin berpendapat berbeda)
·                     No,I’m not sure about that (tidak,saya tidak yakin dengan hal itu)
 
C. UNGKAPAN LAIN UNTUK DISAGREEMENT
Disamping ungkapan-ungkapan diatas, dapat juga seperti :
·         I don’t entirely agree with….
·         I see what you mean, but…
·         A agree, but…
·         Yes, but on the other hand….

·         Yes, but don’t you think….

Advertisements

Kenaikan BBM Tak Terelakan

VLADIVOSTOK – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak terelakan pada 2013. Situasi ekonomi dunia yang belum menentu dan kebutuhan pembangunan infrastruktur dalam negeri perlu direspon dengan penurunan biaya subsidi BBM.

Untuk mendorong akselerasi pembangunan infrastruktur dan sejumlah sektor vital di Tanah Air, harga BBM bersubsidi sebaiknya dinaikkan hingga mendekati harga pasar. Kompensasi kenaikan harga BBM bagi rakyat miskin dan hampir miskin bisa diberikan secara langsung berupa bahan pangan dan bantuan lainnya.

“Kalau harga BBM tetap disubsidi seperti sekarang, pembangunan infrastruktur dan sektor vital akan terus tertinggal, anggaran negara terbebani, dan rakyat akan hidup tidak realistis,” ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto kepada Investor Daily di Vladivostok, Rusia, Senin (10/9).

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, apa pun alasannya, harga BBM tahun depan harus dinaikkan kalau subsidi meningkat melampaui kuota. Sedangkan Wakil Menkeu Mahendra Siregar tidak berani menyebutkan sikap pemerintah. “Semuanya itu tergantung hasil pembahasan dengan DPR Oktober ini,” kilah Mahendra.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, kenaikan harga BBM kemungkinan tidak dapat dihindari. Meski begitu, pemerintah hendaknya menaikkan harga BBM secara bertahap dan konsisten.

BI menyarankan kenaikan harga BBM berlangsung selama tiga kali agar dampaknya tidak terlalu memberatkan masyarakat “Setiap kenaikan Rp 1.000 per liter, maka akan ada tambahan inflasi 0,3V ujar dia dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (10/9).

Darmin memprediksi, asumsi inflasi 2013 yang ditetapkan pemerintah sebesar 4,9% akan meleset karena belum memasukkan dampak kenaikan tarif listrik. “Kenaikan tarif listrik sebesar 15% akan menyebabkan tambahan inflasi sebesar 0,25% hingga 0,3%,” jelas Gubernur BI.

Selama ini, rencana kenaikan harga BBM selalu digagalkan oleh DPR RI. Pemerintah hingga kini juga belum memiliki tekad yang bulat untuk menaikkan harga BBM.

Wacana kenaikan harga BBM -yang selalu muncul saat harga minyak mentah dunia meroket- acapkali memicu pro kontra. Atas nama inflasi dan rakyat miskin, sejumlah kalangan, termasuk mayoritas anggota DPR, menolak keras kenaikan harga BBM.

Mereka khawatir, kenaikan harga BBM akan memicu inflasi tinggi dan inflasi tinggi akan menyengsarakan rakyat miskin, melahirkan orang miskin baru, mendorong pemutusan hubungan kerja (PHK), dan mengganggu stabilitas ekonomi makro. Kenaikan harga BBM kerap mendorong aksi demonstrasi yang biasanya disusupi oleh berbagai kepentingan politik.

Menghadapi gerakan penolakan ini, pemerintah diimbau lebih gencar melakukan sosialisasi, termasuk meningkatkan lobi dengan DPR. Selama ada alasan kuat dan sosialisasi yang baik, dukungan terhadap kenaikan harga BBM akan besar.

Dukungan terhadap rencana kenaikan harga BBM juga akan mengalir jika pada saat yang sama, pemerintah gencar melakukan penghematan, diversifikasi energi, mengembangkan energi terbarukan, dan siap dengan rencana aksi pembangunan infrastruktur serta pembangunan sektor vital lainnya.

Setelah tidak dinaikkan beberapa tahun, muncul desakan kuat dari berbagai kalangan, termasuk para pengusaha, agar harga BBM pada 2013 dinaikkan. Suryo Bambang Sulisto malah menyarankan agar harga BBM sekaligus disesuaikan dengan harga internasional. Ketika biaya produksi naik -karena lonjakan harga minyak mentah-, harga BBM juga dinaikkan. Demikian pula sebaliknya.
Menambah Dana Daerah

Suryo Bambang Sulisto menilai, subsidi BBM lebih dari cukup untuk menambah dana ke setiap provinsi ratarata Rp 5 triliun setahun. Dengan jumlah 33 provinsi, dana yang ditambahkan ke daerah sekitar Rp 165 triliun atau lebih ketil dibanding subsidi BBM tahun ini yang diproyeksikan mencapai Rp 216 triliun dan rencana subsidi BBM 2013 sebesar Rp 167 triliun. “Kalau setiap provinsi mendapat dana tambahan Rp 5 triliun setahun, pembangunan infrastruktur daerah akan mengkilap dan berbagai sektor vital di daerah akan berkembang cepat,” kata Suryo Bambang Sulisto.

Dalam APBNP 2012, subsidi BBM dipatok Rp 137,4 triliun. Selama semester 12012, realisasi subsidi BBM sudah mencapai Rp 88,9 triliun atau 64,7% dari pagu APBNP 2012. Melihat kenyataan itu, pemerintah memproyeksikan realisasi belanja subsidi BBM pada 2012 mencapai Rp 216,8 triliun atau 157,8% di ates pagu APBNP 2012.

Meski secara eksplisit belum mengusulkan kenaikan harga BBM, Menten Keuangan Agus DW Martowardojo meminta DPR untuk memangkas anggaran-anggaran yang sifatnya tidak produktif seperti anggaran subsidi energi, yaitu subsidi listrik dan BBM. “Subsidi energi ini harus dialihkan untuk anggaran yang memberi nilai tambah lebih besar kepada masyarakat,” jelas Menkeu dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (10/9).

Untuk meningkatkan kualitas belanja dan memperluas ruang gerak anggaran, Menkeu juga meminta DPR untuk tidak meningkatkan lagi jumlah anggaran mandatori. “Akhir-akhir ini ada tendensi meningkatnya upaya untuk mengalokasikan dana APBN dalam suatu persentase tertentu demi kepentingan tertentu dan sektor tertentu dalani sejumlah RUU,” jelas Agus.

Sejak 2007, jelas Agus, postur APBN selalu dipenuhi oleh anggaran wajib atau mandatori, yang telah ditetapkan UU. Akibatnya, sisa uang yang bisa dialokasikan untuk kegiatan produktif sangat terbatas. “80% dari total dana APBN habis untuk anggaran yang sifatnya wajib tersebut Dengan demikian, hanya tinggal tersisa sekitar 20% dari anggaran kita yang tidak mengikat yang dapat kita manfaatkan bagi kegiatan-kegiatan yang lebih produktif,” ujar Agus.

Dukungan dan Penolakan

Ekonom dari Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati mengingatkan, subsidi BBM dan listrik yang diberikan pemerintah kepada masyarakat masih belum adil dan tepat sasaran. “Subsidi BBM hanya dinikmati oleh pemilik kendaraan dan pengguna kendaraan umum saja. Sementara masih banyak warga masyarakat yang tidak memiliki kendaraan atau menggunakan kendaraan umum,” kata dia.

Dia menjelaskan, masyarakat di perdesaan dan pegunungan masih banyak yang tidak memiliki dan menggunakan kendaraan. “Masih ada sepertiga dari masyarakat yang belum bisa niengakses listrik PLN. Dengan begitu, pemerintah hanya menyubsidi masyarakat dari golongan ekonomi ke atas saja. Sebab, golongan itulah yang bisa memiliki banyak mobil dan menggunakan banyak listrik,” jelas Nina.

Oleh karena itu, Nina Sapti menyarankan agar subsidi BBM yang mencapai Rp 250 triliun bisa dievaluasi, dikurangi, dan lebih diarahkan untuk pembangunan infrastruktur di perdesaan yang lebih tepat sasaran.

Wakil Direktur ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengakui, Indonesia menghadapi persoalan yang cukup pellk di sektor energi. Selain terbebani subsidi, impor BBM memberikan kontribusi besar terhadap defisit perdagangan. Saat ini, 40% kebutuhan BBM dan minyak mentah nasional diperoleh melalui impor. “Upaya jangka pendek yang paling rasional agar neraca perdagangan Indonesia tetap surplus tahun depan adalah menaikkan harga BBM subsidi di awal tahun,” jelas dia.

Komaidi menjelaskan, penaikan harga BBM merupakan keputusan politis antara pemerintah, dan parlemen. “Kalau pemerintah bisa memberikan alasan yang masuk akal, kami kira parlemen tidak keberatan ada kenaikan harga BBM tahun depan,” ungkap dia.

Menurut Komaidi, kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi Rp 6.000 per liter tidak akan mampu menekan impor BBM secara signifikan. Sebaliknya, bila pemerintah berani menaikkan harga BBM hingga di atas Rp 10 ribu atau bahkan sampai mendekati level keekonomian, pengurangan impor BBM bisa memadai.

Direktur Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES) Kurtubi mencatat, nilai impor BBM dan minyak mentah Indonesia setiap tahunnya bisa mencapai US$ 35 miliar atau Rp 1 triliun per hari. Dengan nilai yang demikian besar, bukan hanya menyedot devisa negara yang pada akhirnya juga membuat neraca perdagangan Indonesia menjadi defisit.

“Daripada pemerintah mewajibkan masyarakat menggunakan BBM nonsubsidi jenis pertamax atau membiarkan masyarakat mengantre BBM di SPBU sebagai dampak tidak adanya penambahan kuota BBM, kenapa tidak dinaikkan saja harga BBM subsidi. Untuk tahun depan kami kira bisa dilakukan karena kalau tahun ini terganjal UU APBN 2012 yang menyebutkan harga minyak harus 15% harga. patokan,” kata Kurtubi.

Pandangan berbeda disampaikan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Bobby Rizaldi dan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDIP Ismayatun. Keduanya justru mempertanyakan alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Terlebih lagi, asumsi Indonesia Crude Price (ICP) tahun depan justru dipatok lebih rendah, yakni hanya US$ 100 per barel dari sebelumnya US$ 105/barel. “Jadi kenapa harus dinaikkan. Tim ekonomi pemerintah yang harus diganti karena inkompeten,” kata Bobby.

Ismayatun juga tidak menyetujui adanya kenaikan harga BBM bersubsidi tahun depan. “Penuhi duhi kebutuhan transportasi. Jangan salahkan masyarakat menggunakan BBM subsidi karena tidak ada alternatif,” kilah dia.

Untuk mengurangi subsisi BBM, Badan Pengatur HiHr Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi oleh mobil mewah di wilayah DKI Jakarta. BPH Migas menargetkan aturan pelarangan itu dapat segera keluar pada bulan ini. “Itu akan dibahas di sidang komite. Drafnya sudah disiapkan oleh mereka, tapi belum ditetapkan,” kata Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng di Jakarta, Senin (10/9).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini, mendukung rencana BPH Migas tersebut “BPH tidak perlu memerinci, namun mereka berhak, karena mempunyai kreativitas dan punya ide,” kilah dia.

Source:
http://www.kemenperin.go.id/artikel/4349/2013,-Kenaikan-BBM-tak-terelakan

TOEFL and Grammar Structure

TOEFL akan membantu Anda menilai apakah Anda memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi situasi akademis di sekolah pilihan Anda. Anda akan perlu untuk dapat mendengar ceramah, menulis makalah, dan berkomunikasi secara lisan dengan guru dan teman sekelas. TOEFL akan menunjukkan kepada Anda apakah Anda telah mencapai tingkat kefasihan bahasa Inggris. Jika Anda membutuhkan lebih banyak latihan, mempersiapkan diri untuk ujian akan memberi Anda bahwa praktek.

Manfaat dari TOEFL – TOEFL adalah penilaian kefasihan bahasa Inggris diterima oleh lebih dari 6.000 lembaga. Anda mungkin menganggap bahwa semua ini adalah di Amerika atau Inggris Raya, tetapi mereka sebenarnya tersebar di seluruh dunia di 110 negara. Hampir setiap universitas di negara-negara berbahasa Inggris utama seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru, gunakan nilai TOEFL untuk menentukan apakah atau tidak penutur non-bahasa Inggris dapat diterima pada program-program mereka, menerima beasiswa, atau masukkan lulus sekolah.

Manfaat lain dari TOEFL atas tes kemampuan berbahasa Inggris yang lain adalah kenyataan bahwa ada lebih dari 4.000 pusat tes dapat Anda gunakan. Jika Anda harus melakukan perjalanan, Anda akan menghemat waktu dan uang karena tes dapat diselesaikan dalam satu hari.

Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:

  • listening comprehension,
  • grammar structure and written expression,
  • reading comprehension, dan bagian
  • writing.

Nilai hasil ujian TOEFL berkisar antara: 310 (nilai minimum) sampai 677 (nilai maximum) untuk versi PBT (paper-based test).

a. Basic Sentences Stucture

Secara umum, tidak ada perbedaan yang sangat mencolok antara struktur kalimat bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia, dimana suatu kalimat dibangun atas 4 komponen utama, yaitu

——————————————————————————————————

Subject (S) + Verb (V) + Complement (C) + Modifier (M)

——————————————————————————————————

Dalam bahasa Indonesia, komponen ini kita kenal dengan Subjek + Kata Kerja + Objek + Keterangan

contoh:

We studied grammar last week

We + studied + grammar + last week

S + V + C + M

1. SUBJECT

  • is the agent of sentence in the active voice (agen dari suatu kalimat dalam bentuk aktif)
  • is thing/person that performs or responsible for the action of a sentence (benda/orang/pihak yang melakukan kegiatan atau yang bertanggung jawab terhadap suatu aksi dalam suatu kalimat)
  • normally precedes the verb (biasanya mendahului verb, atau setelah subject biasanya terdapat verb *sama aja kalee…

contoh:

  • I explain how to study English
  • She listens to my explanation
  • They didn’t understand that language

Subjek dapat diketahui dari pertanyaan who (siapa) atau what (apa) yang melakukan perbuatan pada suatu kalimat.

2. VERB

Verb is the action of a sentence (aksi atau perbuatan pada suatu kalimat)

Verb phrase: gabungan antara auxilaries dengan main verb (kata kerja utama)

contoh:

  • am learning English (am = auxilary, learning = main verb)
  • My brother is very clever
  • She has gone home (has = auxilary, gone = main verb)
  • have been waiting here (have been = auxilary, waiting = main verb)

Setiap kalimat harus mempunyai Verb

3. COMPLEMENT

  • Biasanya berupa noun (kata benda) atau noun phrase (frasa kata benda)
  • biasanya terdapat setelah verb pada kalimat aktif
  • complement menjawab pertanyaan what (apa) atau siapa (whom)

contoh:

  • Sarijon bought a cake yesterday
    • What did Sarijon buy yesterday?  –> a cake.
    • He saw Tony at the movie
      • Whom did he see at the movie? –> Tony
    • I explain pharmacology to my students
      • What do I explain to my students? –> pharmacology

Catatan: Setiap kalimat tidak harus mempunyai complement.

4. MODIFIER

  • Modifier menjelaskan time (waktu), place (tempat), atau manner (cara) dari sebuah aksi atau perbuatan
  • Bentuk yang paling umum dari modifier adalah prepositional phrase (kelompok kata yang dimulai dengan sebuah preposition dan diakhiri dengan sebuah noun
    • Preposition = on, out, under, behind, etc…
    • Modifier menjawab pertanyaan when (kapan), where (dimana), atau how (bagaimana)

contoh:

  • John bought a book at a book fair
    • Where did John buy a book? –> at a book fair
    • She is driving very fast
      • How is she driving? –> very fast
    • I posted my application yesterday
      • When do I post my application? –> yesterday

Contoh soal :

  1. The Eiffel Tower _____ Paris, France

a. landmarks

b. is a landmarked in

c. is a landmark in

d. is in a landmark

2.  Young deer _______

a. are called fawns

b. be fawns

c. is fawns

d. are fawns called

2. A dream about falling ______

a. scary is

b. is scary

c. are scary

d. very scary is

3. Those flowers _____ beautiful

a. is

b. am

c. are

d. was

4. I _____ this blog on july 14th 2009

a. launch

b. launching

c. launched

d. will launching

Jawaban

 

  1.  The Eiffel Tower is a landmark in Paris, France, karena mengikuti aturan kalimat bahasa Inggris, sebuah kalimat harus memiliki subjek dan verb, dalam hal ini, The Eiffel Tower, adalah subjek single sehingga memerlukan to be yang singular, yakni is. Dan kalimat tersebut membutuhkan sebuah complement untuk kebutuhan Modifier place yakni, Paris, sehingga landmark berfungsi sebagai noun dan tidak bisa digunakan dalam bentuk verb 2 & 3 karena peran verbs sudah digantikan oleh to be, is.
  2. Young deer is fawns, karena subjek adalah single sehingga membutuhkan to be singular untuk berperan menjadi verbs bagi complements noun yakni, fawns.

 3.      A dream about falling is scary, karena subjek, A dream, merupakan subjek tunggal dan membutuhkan to be singular yang berperan sebagai verbs untuk complements adjectives, scary.

 4.      Those flowers are beautiful, karena subjek, those flower, adalah jamak, maka kalimat memerlukan to be dalam bentuk plural.

 5.      I launched this blog on July 14th 2009, karena kalimat berbentukpast tense jika dilihat dari modifier time yakni, on July 14th 2009, sehingga jawabannya memerlukan verbs dalam bentuk verb 2 untuk memeuhi aturansimple past tense, jadi jawabannya adalah launched.

 

b. Parallel Structure

Parallelism artinya kata-kata yang digunakan dalam rangkaian atau kelompok yang harus mempunyai bentuk yang sama secara grammar. Ketika kita menggunakan kata-kata atau frase yang dihubungkan dengan kata penghubung dalam sebuah rangkaian, maka bentuknya harus sama secara grammar. Perhatikan contoh berikut ini:

* Avril likes swimming and to dive. (Salah – tidak parallel)

* Avril likes swimming and diving. (Benar – parallel)

* Avril likes to swim and (to) dive. (Benar – parallel)

* I’m taking history, math, and chemical. (Salah – Chemical bukan kata benda)

* I’m taking history, math, and chemistry

Kadang-kadang kata-kata yang berulang-ulang seperti auxiliary verbs, dapat dihilangkan pada rangkaian selanjutnya.

* I have been to Paris and saw the Eiffel Tower. (Salah – saw seharusnya seen)

* I have been to Paris and have seen the Eiffel Tower. (Benar)

* I have been to Paris and seen the Eiffel Tower. (Benar dan lebih baik daripada contoh ke 2)

* Is she coming to the party or go to a movie? (salah)

* Is she coming to the party or going to a movie? (Benar)

Contoh soal

Identify and correct the mistakes in parallel structure in the following sentences

1. I swept the yard, weeded the garden and …. the clothes.

a. was washing

b. wash

c. washed

d. washing

2. James decided to get up early, practice some yoga and …. healthy foods.

a. eat

b. ate

c. eating

d. eaten

3. Although I trained hard, practiced every day and …… to my trainer, I never won a tournament.

a. listening

b. were listening

c. was listening

d. listened

4. I wish he would listen to me, take my advice and …… smoking.

a. stop

b. stopped

c. to stop

d. stopping

5. He is an articulate, intelligent and ….. speaker.

a. thoughtfully

b. was thought

c. thoughtful

d. were thoughtful

Jawaban

1. I swept the yard, weeded the garden and washed the clothes, karena kalimat menggunakan simple past tense yang menggunakan verb ketiga tanpa Auxiliary, sehingga kata wash juga harus menggunakan verb ketiga tanpa Auxiliary.

  1. James decided to get up early, practice some yoga and eat healthy foods, karena kata sebelumnya practice menggunakan verb 1 sehingga kata pasangan paralelnya harus menggunakan verb 1 satu juga yakni eat .
  2. Although I trained hard, practiced every day and listened to my trainer, I never won a tournament, karena kalimat tersebut menggunakan simple past tense yang menggunakan verb 3, maka paralelnya juga harus menggunakan verb 3.
  3.  I wish he would listen to me, take my advice and stop smoking, karena kalimat take my advice menggunakan verb 1 untuk kata take, dan tanpa to be, maka paralelnya harus menggunakan verb 1 juga yakni stop, tanpa to be.
  4. He is an articulate, intelligent and thoughtful speaker, karena semua yang disebutkan adalah single adjectives, maka yang dipilih adalahthoughtful.

 

c. Comparative Adjectives

Saat membicarakan dua benda, kita dapat membandingkan dan melihat persamaan juga perbedaan antara dua benda tersebut. Mungkin saja benda itu mempunyai kesamaan di satu sisi dan perbedaan pada sisi lainnya. Untuk membandingkan perbedaan kedua benda tersebut kita menggunakan comparative adjectives. Perbandingan menggunakan comparative adjectives ini hanya untuk membandingkan antara dua benda saja.

Ada dua cara untuk membuat comparative adjectives:

1. Menambah akhiran -er (short adjectives)

2. Menambah awalan more (long adjectives)

Aturan penambahan akhiran untuk short adjectives:

– Umumnya adjektiva hanya ditambahkan –er, misalnya: older, smaller, richer, etc.

– Jika berakhiran –e, tambahkan saja r, misalnya: later, nicer, etc.

– Jika berakhiran konsonan-vokal-konsonan, maka ditambah konsonan yang terakhir, baru kemudian ditambah –er, misalnya: bigger, hotter, etc.

– Jika berakhiran –y, maka y diubah menjadi i kemudian ditambah er, misalnya: happier, earlier, busier, heavier, etc.

Untuk long adjectives, aturannya hanya menambahkan kata more saja pada adjektiva, misalnya: expensive menjadi more expensive, beautiful menjadi more beautiful, dsb.

Beberapa adjektiva mempunyai bentuk irregular, misalnya good – better, well (healthy) – better, bad – worse, far – farther/further, etc.

Adjektiva dengan dua suku kata yang bisa menggunakan –er atau more: quiet – quieter/more quiet, clever – cleverer/more clever, narrow – narrower/more narrow, simple – simpler/more simple.

Comparative adjectives tidak hanya digunakan untuk membandingkan dua benda yang berbeda saja, tetapi dapat juga digunakan untuk membandingkan benda yang sama yang menunjuk pada dirinya sendiri, dan benda yang dimaksud tidak perlu disebutkan lagi, seperti salah satu contoh kalimat di atas: I want to have a more powerful computer.

Kata sifat dengan 1 suku kata

 

Untuk membuat bentuk komparatif dari sebuah kata sifat yang memiliki satu suku kata, kita menambahkan -er di belakang kata, contoh:

  • slow – slower
  • fast – faster
  • tall – taller
  • short – shorter

Untuk membuat perbandingan dari sebuah kata sifat yang memiliki satu suku kata dan berakhiran dengan huruf –e, kita cukup menambahkan –r. Contoh:

  • nice – nicer
  • large – larger

Jika kata sifat dengan satu suku kata yang berakhiran dengan huruf vokal dan konsonan, maka kita menggandakan huruf konsonan. Contoh:

  • – big – bigger
  • hot – hotter
  • thin – thinner

Kata sifat dengan 2 suku kata

Jika kata sifat memiliki dua atau lebih suku kata, kita menambahkan moresebelum kata sifat. Contoh:

  • This book is more expensive than that book.
  • This picture is more beautiful.

Akan tetapi, ada banyak pengecualian terhadap aturan satu/dua suku -kata ini.

Beberapa kata dengan 2 suku-kata memiliki sifat yang mirip dengan kata yang memiliki 1 suku-kata. Contoh:

  • This is easier – Benar
  • This is more easy – Tidak benar
  • This is simpler – Benar
  • This is more simple – Tidak benar

Dan beberapa kata sifat bisa menggunakan kedua bentuk komparatif. Contoh:

– clever – cleverer – more clever: These are all correct
– quiet – quieter – more quiet: These are all correct.

Pengecualian-pengecualian yang ada bisa dipelajari melalui kaidah-kaidah, cara terbaik untuk mempelajarinya adalah dengan mempelajarinya satu demi satu.

Contoh Soal :

  1. The Nile river is  ____ than the Amazon.

a. longer

b. more long

c. longest

d. long

2.  I’m ______ than Yuri but _____ than Miko.

a. tallest, shorter

b. more tall, more short

c. taller, shortest

d. taller, shorter

3. They’re ______ than us, but we’re ______ than them.

a. handsomer, smarter

b. more handsome, more smart

c. most handsome, smarter

d. more handsome, smarter

4. This book bag is _______ than that bag.

a. most expensive

b. expensive

c. more expensive

d. expensive

5. This newspaper is ________ than that newspaper.

a. more good

b. most good

c. gooder

d. better

Jawaban

  1. The Nile river is longer than the Amazon, karena kata sifat yang diperlukan kalimat hanya terdiri dari 1 suku kata dan hanya membandingkan 2 benda.
  2.  I’m taller than Yuri but shorter than Miko, karena kata sifat yang diperlukan kalimat tersebut hanya terdiri dari 1 suku kata dan hanya membandingkan 2 benda.
  3.  They’re more handsome than us, but we’re smarter than them, karena kata sifat yang pertama dibutuhkan kalimat tersebut terdiri dari 2 suku kata, sedangkan kata sifat kedua hanya terdiri dari 1 suku kata dan hanya membandingkan 2 benda.
  4. This book bag is more expensive than that bag, karena kata sifat yang diperlukan kalimat tersebut terdiri dari 2 suku kata dan hanya membandingkan 2 benda.
  5. This newspaper is better than that newspaper, kata sifat yang diperlukan kalimat tersebut adalah kata sifat yang mempunyai bentuk perubahan yang tidak beraturan seperti bad menjadi worsemuch menjadimorefar menjadi further, sehingga kata sifat good menjadi better.

 

d. Conditional Clauses

Conditional (Kalimat Pengandaian) menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses. Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Tipe I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta.

Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Tipe II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi. Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Tipe III, digunakan sebagai penyesalan yang terjadi di masa lampau dan zero conditional, digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang sudah pasti benar.

Catatan: Jika klausa “if” diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan “koma”. Sebaliknya jika klausa “if” berada di belakang, maka tidak perlu ada koma

Conditional atau pengandaian memiliki 3 bentuk :

1. Future Conditional (Conditional Type 1)

Pengandaian ini menyatakan sesuatu yang mungkin terjadi pada waktu mendatang ataupun sekarang, jika syarat / kondisi tertentu terpenuhi.

Rumus Conditional Type 1:

If + Subject + present simple + subject + modals (will, can, may, must ) V1 (simple form)

contoh : If have money I will buy a new car

If + Subject+ Simple present … + subject + simple-present

contoh : If he has enough time, John usually walks to school.

If + Subject + simple present …+ command form

contoh : If you go to the post office, please mail this letter for me !

2. Unreal Present (Conditional Type 2)

Pengandaian ini menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ada atau terjadi sekarang.

If + subject + simple past + subject + modals (would, could, might) V1 (Simple Form)

contoh : If I had time, I would go to the beach with you this weekend

( Saya tidak punya waktu sehingga saya tidak bisa pergi )

He would tell you about it if he were here

( dia akan mengatakan jika dia berada disini, artinya karena dia tidak ada disini, dia tidak mengatakannya/ because he is not here he doesn’t tell you about it.)

* untuk if-clause dalam bentuk ini hanya to be “were” yang dipergunakan untuk semua subject.

if pada conditional type 2 ini dapat dihilangkan yaitu dengan penggunaan pola inversi :

Were + subject + Adj/Noun + subject + modal (would, could, might) + V1

contoh : Were I John I would not forgive you.

(kalau saja saya itu si john saya tak akan memaafkan kamu; kenyataannya saya

bukan john jadi saya memaafkan kamu / I’m not John so I forgive you).

He could hug me, if he were here. (Dia boleh memeluk saya, jika dia di sini). Faktanya: he can’t hug me, because, he is not here.

3. Unreal Past (Conditional Type 3)

Pengandaian ini menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah terjadi (lampau).

Rumus Conditional Type 3:

If + Subject + Past Perfect … subject + modals ( would, could, might) + have V3

contoh :

1. If we had known that you were there, we would have written you letter.

(kalau saja kami tahu kamu berada disana, kami sudah mengirim surat padamu;

yang bermakna bahwa kami tidak mengirim surat karena kami tidak tahu kamu berada di sana / I did not know that you were there so I didn’t write you a letter.

2. He would tell you about it if he were here.

3. If he didn’t speak so quickly, you could understand him.

Bentuk inversi (tanpa “IF”) untuk pola ini :

Had + subject + V3…subject + modals (would, could, might) + have V3

kalimat diatas bila ditulis inversinya menjadi :

Had we known that you were there, we would have written you a letter.

tanpa mengubah makna maupun arti.

Contoh Soal :

1)      If it _____ so cloudy, we would plan on having the fair outside

a. was

b. was not x

c. weren’t

d. had not

2)     If she ______ to advance her clock one hour, she wouldn’t have been late for work

a. should have remembered

b. could remembered

c. remembered

d. would have remembered x

3)     If I were rich, I ______ to Canada to learn English.

a. will go

b. would go

c. will to go

d. would have go

4)     You should pass this _____ exam _____ if you have studied _____

a. easy, easily, hardly

b. ease, easy, hard

c. easily, easy, hard

d. easy, easily, hard

Jawaban :

  1. If it was not so cloudy, we would plan on having the fair outside, karena induk kalimat menggunakan V1, jadi kalimat pengandaian ini harus menggunakan tipe 2 sehingga membutuhkan simple past tenses.
  2. If she would have remembered to advance her clock one hour, she wouldn’t have been late for work, karena induk kalimat menggunakan V3, been, maka kalimat pengandaian harus menggunakan tipe 3 sehingga membutuhkan past perfect tenses sebagai jawaban.
  3. If I were rich, I would go to Canada to learn English, karena ini adalah unreal conditional (kalimat pengandaian) tipe 1, yang faktanya dalam present tense, yaitu: I am not rich, so I don’t/won’t go to Canada to learn English. Jadi, opsi yang benar adalah “would go”.
  4.  You should pass this easy exam easily if you have studied hard,karena kalimat ini berturut-turut membutuhkan adjective, adverb, dan adverb. Bentuk adverb dari adjective “hard” adalah “hard”. Kata “hardly” adalah adverb, tetapi artinya adalah “almost never” = “hampir tidak pernah”, yang tidak cocok dengan konteks kalimat ini.

 

e. Noun Clauses

Noun clause adalah clause (i.e. subject dan verb) yang difungsikan sebagai noun. Noun clause dalam kalimat pada umumnya digunakan sebagai subject dan object kalimat.

Noun clause dapat diawali oleh:

  • Question word atau relative pronoun baik berupa single question word maupun phrase:
    • Single question word (i.e. when, how, what, ect.).
    • Question word + determiner/ noun/ adjective / adverb.
    • Question word + infinitive.
    • Conjunction (i.e. whether dan if).
    • That atau the fact that.

Sehingga pola dari noun clause adalah:

Question word/conjunction/that + subject + verb + …

A. Noun Clauses diawali dengan Question words

Dalam How to Address Questions sudah dibahas tentang penggunaan kata tanya baik dalam membuat information questions maupun dalam membuat embedded questions.  Embedded questions tersebut adalah noun clause. Dalam section ini diberikan contoh tambahan untuk merefresh memori anda.

1. Single question words.

Contoh:

  1. Where she is now is still unknown.
  2. When they arrive is still uncertain.
  3. I know what you did last summer and I still know what you did last summer are two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt. Perhatikan: dalam kalimat ini, noun clause what you did last summer menjadi object dari I know dan I still know, dan setelah digabung dengan: are two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt, menjadi subject majemuk dari kalimat.

Noun clause dapat ditempatkan diawal kalimat (sebagai subject) atau sebagai object. Jika anda ingin merubah posisi noun clause dari subject kalimat menjadi object kalimat, biasanya dibutuhkan pronoun it atau sedikit modifikasi kata. Contoh di atas menjadi:

  1. It is still unknown where she is now.
  2. Do you know when they arrive?
  3. Two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt are I know what you did last summer and I still know what you did last summer. Karena merupakan judul movies, noun clause what you did last summer tidak perlu diputar posisinya.

Note:

a) Clause yang diawali oleh question words tertentu (i.e. when, whenever, where) juga dapat berfungsi sebagai adverbial clause.

Contoh:

  1. I was reading a book when the phone rang.
  2. I went to where I and my ex girlfriend had been last weekend.
  3. I suddenly get nausea whenever I see his face. (nausea = mual/mau muntah).

 

b). Clause yang diawali oleh question words tertentu (i.e. who, whom, whose + noun) juga dapat berfungsi sebagai adjective clause. Dalam hal ini, kata tanya tersebut sebenarnya adalah relative pronoun. Well, jangan terlalu dipusingkan dengan istilah. Yang penting anda mengerti pola/struktur kalimatnya. Tapi, jika anda penasaran, silakan baca topic adjective clauses.

Contoh:

  1. I think you whom Mr. Dodi was looking for. (Saya kira kamu (orang) yang pak Dodi sedang cari-cari tadi).
  2. Mr. Dodi, who is a teacher, was looking for you at school.
  3. Rommy, whose book was stolen last week, just bought another new book yesterday.

Lantas, bagaimana cara membedakan apakah itu noun clause, adverbial clause, atau adjective clause? Jawabannya sederhana. Noun clause dapat digantikan dengan pronoun it, sedangkan adverbial clause dan adjective clause tidak. Noun clause menjawab pertanyaan what dan who/whom; Adverbial clause menjawab pertanyaan when, where, how (termasuk how much, how often, ect), dan why. Adjective clause (i.e. kata sifat yang berbentuk clause) menerangkan noun, dan relative pronounnya (i.e. who, that, ect.) dalam bahasa Indonesia berarti “yang“.

2. Question words + ever/soever

Kecuali how, diakhir question words dapat ditambahkan ever atau soever menjadi whenever = whensoever, whatever= whatsoever, dan seterusnya. Arti ever atau soever di sini sama, yaitu saja/pun, tinggal dikombinasikan dengan kata tanya di depannya. Sedangkan, how+ever menjadi however (i.e. adverb atau juga disebut kata transisi yang berarti namun/walapun demikian) tidak termasuk dalam katagori ini.

Contoh:

  1. We will accept whatever you want us to do. (Kami akan menerima/melakukan apa saja yang kamu ingin kami lakukan).
  2. Whoever can melt her feeling is a very lucky guy. (melt = meluluhkan). Be careful: guy (dibaca gae)= laki-laki, sedangkan gay (dibaca gei) = fag = homo.
  3. She has agreed to wherever the man would bring her. (Dia telah setuju kemanapun pria itu membawanya pergi). Note: in speaking (informal), preposition (dalam hal ini to, etc.) biasanya diletakkan di ujung kalimat. She has agreed wherever the man would bring her to.

3. Question words + nouns

Question words + nouns yang sering digunakan antara lain: what time (jam berapa), what day (hari apa), what time (jam berapa), what kind (jenis apa), what type (tipe apa), whose + nouns (i.e. whose car, whose book, ect.), dan seterusnya.

Contoh:

  1. I can’t remember what day we will take the exam.
  2. As long as I am faithful, she doesn’t care what type of family I come from. (faithful = setia).
  3. Do you know what time it is?
  4. I don’t know whose car is parked in front of my house.

4. Question words + adjectives

Question words + adjectives yang sering digunakan antara lain: how long (berapa panjang/lama), how far (berapa jauh), how old (berapa tua/umur), ect.

Contoh:

  1. Man! She still looks young. Do you know how old she actually is?
  2. I am lost. Could you tell me how far it is from here to the post office?
  3. What a jerk. He didn’t even ask how long I had been waiting for him.

5. Question words + determiners.

Question words + determiners yang sering digunakan adalah: how many (berapa banyak) dan  how much (berapa banyak). Remember: how many diikuti oleh plural nouns, sedangkan how much diikuti oleh uncountable nouns.

Contoh:

  1. Is there any correlation between how good he or she is in English and how many books he or she has?
  2. How much your English skill will improve is determined by how hard you practice.

6. Question words + adverbs.

Question words + adverbs yang sering digunakan adalah: how often (berapa sering), how many times (berapa kali) ect.

Contoh:

  1. No matter how often I practice, my English still sucks. (Tidak memandang berapa kali saya latihan, bahasa Inggris saya masih jelek). Suck (informal verb) = jelek/tidak baik; arti suck yang lain: mengisap.
  2. I don’t want my parents to know how many times I have left school early. (leave school early = bolos).

7. Question words + infinitives.

Jika question words langsung diikuti oleh infinitives, invinitives tersebut mengandung makna shouldatau can/could. Perhatikan bahwa subject setelah question words dihilangkan.

Contoh:

  1. She didn’t know what to do = She didn’t know what she should do. (Dia tidak tahu apa yang seharusnya dia lakukan).
  2. Please tell me how to get the train station from here = Please tell me how I can get the train station from here.
  3. We haven’t decided when to go to the beach = We haven’t decided when we should go to the beach.
  4. Marry told us where to find her = Marry told us where we could find her.

 

B. Noun clauses diawali dengan whether/if

Whether bisa diikuti oleh OR/NOT bisa juga tidak; makna kalimat biasanya sama walaupun OR/NOT tidak disebutkan (ini tergantung konteks kalimat).

Contoh:

  1. I am not sure whether she is coming or not = I am not sure whether or not she is coming = I am not sure whether she is coming. (Saya tidak yakin apakah dia akan datang atau tidak).
  2. We can’t decide whether we should go out or stay home. = We can’t decide whether to go or (to) stay home. Perhatikan, infinitives juga dapat digunakan setelah whether.
  3. I am not sure whether I should take economics or law after I graduate from high school. (Saya tidak yakin apakah saya harus ngambil Ekonomi atau Hukum setelah lulus SMA nanti).
  4. If you take economics, I will take economics. On the other hand, if you take law, I will take law too.

 

C. Noun clauses diawali dengan that/the fact that

Di sini that berarti bahwa, sedangkan the fact that berarti fakta bahwa. Sedangkan, that dalam adjective clauses berarti yang.

Contoh:

  1. That she has had a PhD degree at the age of 20 surprises a lot of people = It surprises a lot of people that she has had a PhD degree at the age of 20.
  2. It is the fact that the world is round = the fact that the world is round is well known.
  3. It was obvious that she was very sick = The fact that she was very sick was obvious.
  4. It seems that it is going to rain soon.

Contoh Soal :

1. The teacher heard who answered the question. (C)

Analisa:

  •  Kalimat pertama “The teacher heard” benar karena The teacher subject and heard verbnya. Kalimat kedua “Who answered the phoned” juga benar karena who berfungsi sebagai subject and answered sebagai verbnya. Pada saat yang bersamaan Who juga berfungsi sebagai connetor.
  • Jadi kalimat di atas sudah benar.

2. I do not understand it went wrong. (I)

Analysis:

  • Kalimat pertama “I do not understand” sudah benar karena I subject dan do not understand verb. Kalimat kedua “it went wrong” salah karena tidak ada connector sekaligus subject.
  • Kalimat yang benar seharusnya: I do not understand what went wrong.What berfungsi sebagai subject dan juga connector, sementara went nya sebagai verb,

3. Of the three movies, I can’t decide which is the best. (C)

Analisa:

  • Di kalimat pertama, I sebagai Subject dan can’t decide sebagai verb. Di kalimat kedua, which sebagai connector sekaligus subject dan is sebagai verb,

4. She did not remember who in her class. (I)

Analisa

  • Di kalimat pertama, She sebagai subject dan did not remember sebagai verb. Dikalimat kedua, who sebagai connector dan juga subject tapi tidak ada verbnya,
  • Kalimat ayng benar seharusnya ……………..who was in her class.

5. No one is sure what did it happen in front of the building. (I)

Analisa:

  • Kalimat pertama sudah benar karena No one adalah subject dan is adalah verb, tapi kalimat kedua salah karena ada did dan it. Did dan it seharusnay di hapus dan verb “happen” menjadi bentuk lampau “happened”.
  • Jadi kalimat yang benar seharusnya: …….what happened  in front of the building.

 

Referensi:

http://belajar-toefl.blogspot.com/2009/11/apa-itu-sebenarnya-test-toefl.html

http://id.wikipedia.org/wiki/TOEFL

http://fikarzone.wordpress.com/2012/04/06/5-of-toefl-structure-test/

 

 

 

Strategy to answer test toefl of listening

I would mention the following strategies for answering test toefl listening

  1. Do not be fooled match between the sound that you hear (audio) with which you read (booklet). Sometimes the right answer is precisely that sounds different (but the same meaning).
  2. Do not listen before reading. Read the first and CRUSH anticipatory response. Further listening to confirm answers. (Do not listen to the EMPTY HEAD!)
  3. Form (sound) which differ among the four answer choices, can usually be taken as a TEMPORARY ANSWER.
  4. The words in the question paper is usually used to mislead, as if the words were being tested, so you are stuck on matching sounds. Example, the word DOOR / DRAWER, the WRITE / RIGHT, said DID / WOULD / Should not
  5. Beware of the words ‘NEGATIVE’ as absent (not present) on the question paper, with the word DID NOT COME (not present) of audio devices, as well as the sentence ACTIVE – PASSIVE.
  6. In section B (Dialog TWO PEOPLE) are overlaid narrator, focus on BOTH PEOPLE. The first person to give feedback only, third person (narrator) talks mean just ask.
  7. In section C (Conversation, TWO or MORE), make anticipate questions with 5W and 1H (WHAT, WHEN, WHY, WHO, WHERE, and HOW).
  8. Exploration of key words from each alternative answers. Example, when writing AT A RESTAURANT, maybe you’ll hear the word MENU, ORDER, FOOD, BEVERAGE, SPOON, WAITER, and so on.

And the several claims of those

1. Answering Questions Listening Comprehension Strategies

a. In the listening section in the TOEFL test, there are many things that can affect achievement scores include:

· Quality Tool Players

Kualias crisp and clear sound of the instrument cassette or CD player will be a positive influence on the concentration of the test participants.

· Speech of Delivery (rate of speech rate)

Rate of speed sentences that were raised by the speaker must be able to be captured well by the audience in order to understand the purpose of the conversation.

· Verbs Idiomatic Expression and Multipart

Without knowing idiomatic Expression and Multipart Verbs, it is difficult for test takers to answer the listening test with regard to both of these.

b. Trial Hearing (Listening Test) in TOEFL

· Short Conversations (Short Dialogues)

In the face of a short conversation test, the easiest trick is to look for similarities or synonym of the core conversation itself. The types are: restate (restatement), negative and positive response statement or otherwise, suggestions (suggestion), passive sentences (passives), who and where (who and where), and approval (agreement).

· Dialog Length (Long Dialogues)

In a long dialogue, we are not only required to understand the main idea of ​​the conversation, but also must be able to recall the details of things that are in the conversation. The main requirement to make it easier to answer questions of this type is the ability to hear (listening skills) and advanced levels given the level of capability that is really good.

· Discussion Pannjang (Long Talks)

Process to answer this question is no different from the process of answering a long dialogue. In addition to the ability level of advance, notice that the questions in the order issued definitive information that we dngarkan.

2. Answering Strategy Problem Structure and Written Expression

a. Here is the correct way to analyze sentences tested in the TOEFL first type (sentence completion).

· Analyze what elements are left in the sentence. If the only remaining subject and an object that is missing its verbs.

· We should be able to sort out the answer that is certain to narrow down our choices to the correct answer.

· We are able to determine rapidly between active and passive voice sentences. Try to translate it in Indonesian so it is sure to specify the type of active and passive sentences in choosing the correct answer.

· Understanding of tenses is absolutely necessary for the understanding, we can determine not only the words and auxiliary verbs are appropriate based on its function, but also define the auxiliary and verb that corresponds to the subject of the sentence.

b. Here is the correct way to analyze sentences tested in the TOEFL second type (identification error).

The differences in the form of words, our task is to analyze the word that is not the same as the word that has the same function in a sentence.

· Incompatibility on pronouns, we must be able to be smart in the alignment Gant said of the subject or object of the sentence.

· Problems verb, the TOEFL exam, lack of harmony verb often lies in the passive voice, modal auxiliaries, and present / past perfect.

· Stacking unnecessary words in a sentence. We must be able to recognize which function is the same word simultaneously.

· To use Infinitive and Gerund (verb-ing). To understand these words better way palig is memorized.

· The word circuit, the most effective way is to know the word in english and wary relationship that can characterize the fault on one of the existing circuit.

c. The following types of errors that are often tested in the TOEFL

· Errors on words and auxiliary verbs are used as adverbial at the beginning of the sentence. Some examples adverbial hardly, rarely, seldom, never, only, etc..

· Errors in subjunctive sentences, sentences are sentences nuanced subjunctive verb is in the simple form. Subjunctive verb belonging include: advise, ask, command, decree, demand, insist, move, order, prefer, propose, recommend, request, require, stipulate, suggest, urge, etc..

· Errors in the use of three pairs of verbs are almost similar.

· Error on conditional questions, usually occurs in cases of discrepancy tenses, errors in verb tenses use the same two in a pair of conditional sentences.

· Errors in comparisson questions, irrelevancies it appears on the auxiliary verb object comparison, the establishment of a comparative adjective, adjective use to explain the behavior of verbs.

3. Answering Questions Reading Comprehension Strategies

a. When faced with Reading test Comprehention there are aspects that determine, among other things:

· Treasury vocabulary that we have

· Background reading that we face

· Our ability to understand the reading quickly, at least by the time given.

b. To understand a sentence we should be able to do the following:

• Understand each pronoun (pronouns) that a text / discourse literature.

· Separating sentences based on subject, object, verb, and the adverb.

· Ability to understand existing terminlnologi on reading.

From the above strategies allows us to recognize the TOEFL. Do not forget to always learn the theories have to tigkat advance. And most importantly, keep it to a matter of practice – TOEFL, to obtain results in accordance with what we want.

Referensi:

KASUS DEMO BURUH

Contoh Kasus:

Perselisihan antara pekerja dengan pihak manajemen PT. Freeport Indonesia akhirnya bermuara ke pengadilan. Disidangkan di Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta, kedua pihak bakal berseteru tentang pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Salah satu yang diperdebatkan dalam PKB itu adalah masalah kenaikan upah. Disidangkan oleh majelis hakim yang diketuai Supraja beranggotakan Sri Razziaty Ischaya dan Saut Manalu, Kamis (10/11) perkara ini baru mengagendakan pemanggilan para pihak. Pihak Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT. Freeport selaku tergugat dalam perkara ini tak hadir.

Ini adalah kali kedua pihak tergugat tak hadir setelah pada sidang dua pekan sebelumnya juga tak datang ke persidangan. Sesuai hukum acara yang berlaku, majelis hakim kembali menunda persidangan hingga dua minggu karena pihak serikat pekerja berada di luar wilayah kewenangan PHI Jakarta. Bila nanti masih tak hadir juga, hakim akan melanjutkan persidangan tanpa kehadiran tergugat. Pihak manajemen melalui kuasa hukumnya di persidangan memohon kepada majelis hakim agar mempercepat persidangan. Tujuannya untuk segera menyelesaikan perselisihan ini agar aksi mogok yang sudah berjalan lebih kurang dua bulan ini bisa segera diakhiri.

 

Perselisihan Kepentingan

Di persidangan, kuasa hukum Freeport mengajukan perubahan gugatan. Namun hakim belum mau menerimanya sebelum pihak serikat pekerja hadir. “Kalau ada perubahan (gugatan), lebih afdhol kalo ada tergugat,” kata hakim Supraja. Usai sidang, kuasa hukum Freeport, Anthony Hilman mengatakan tak ada perubahan signifikan dalam gugatan yang diajukan perusahaan. “Tidak ada perubahan substansial,” kata dia kepadahukumonline. Dalam perkara bernomor 223/PHI/G/2011/PN.JKT.PST ini perusahaan mengajukan gugatan perselisihan kepentingan kepada serikat pekerja. Gugatan ini dilayangkan setelah usaha merundingkan pembaharuan PKB yang masa berlakunya berakhir pada September 2011 lalu itu selalu menemui jalan buntu.

 

Beberapa hal yang menjadi perdebatan antara pekerja dengan perusahaan salah satunya adalah besaran kenaikan gaji. Saat ini, upah pokok terendah di Freeport Indonesia sebesar Rp3,3 juta perbulan atau AS$2,16 perjam. Sedangkan total take home pay sekitar Rp8 juta perbulan termasuk bonus-bonus. Awalnya, buruh menginginkan kenaikan upah hingga AS$35 perjam atau naik 10 kali lipat lebih tinggi. Tapi hal itu ditolak perusahaan. Aksi mogok lalu mulai dilakukan sejak 15 September hingga 15 Oktober. Mogok terus diperpanjang hingga 15 Desember mendatang. Pihak buruh sempat beberapa kali menurunkan tuntutannya menjadi AS$17,5 perjam dan lalu menjadi AS$7,5 perjam. Perusahaan masih keberatan dengan angka sebesar itu dan awalnya hanya bersedia menaikkan upah sebesar 22 persen dari gaji saat ini atau menjadi sekitar AS$2,8 perjam.

 

Karena PKB nantinya akan mengikat pekerja yang bekerja di Jakarta dan Papua, maka perundingan ini kemudian dimediasi oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Terakhir, mediator Kemenakertrans menganjurkan besaran kenaikan gaji adalah sebesar 25 persen selama dua tahun. 15 persen di tahun pertama, 10 persen di tahun berikutnya. Selain besaran kenaikan gaji, mediator Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga menganjurkan besaran tunjangan perumahan, kesehatan dan pendidikan yang harus ditanggung perusahaan.Pihak pekerja bergeming atas anjuran Kementerian dan tetap melanjutkan mogok. Agar tak berlarut, pihak perusahaan segera mengajukan gugatan perselisihan kepentingan. Intinya meminta majelis hakim untuk mengabulkan besaran yang ditetapkan mediator Kementerian untuk dimasukkan dalam PKB nanti.

 

Terpisah, kuasa hukum yang mewakili pekerja saat mediasi di Kemenakertrans, Gindo L Tobing menyatakan bahwa besar gaji yang diterima buruh Freeport saat ini tak sebanding dengan biaya hidup di Papua. “Rp8 juta perbulan memang bisa dibilang besar untuk ukuran di sini. Tapi biaya hidup di sana tinggi sekali. Ibaratnya, kalau di sini kita bisa beli kopi seharga dua ribu, di sana bisa sampai sepuluh ribu rupiah,” kata Gindo memberi contoh. Selain itu, lanjutnya, gaji buruh Freeport di Indonesia paling kecil ketimbang gaji buruh Freeport di negara lain. “Nanti kita bisa bikin perbandingan dengan gaji buruh Freeport di negara lain.”

Posisi terakhir, masih menurut Gindo, pihak manajemen sudah meningkatkan tawaran kenaikan gaji lebih besar dari anjuran Kemenakertrans, yaitu sebesar 35 persen. Terpisah, Dirjen Perselisihan Hubungan Industrial Kemenakertrans Myra M Hanartani membenarkan pernyataan Mindo. “Posisi terakhirnya saat ini pengusaha menawarkan kenaikan upah 35 persen sedangkan permintaan SP turun menjadi empat dolar perjam,” kata Myra. Myra berharap kedua belah pihak agar dapat melanjutkan perundingan untuk mencapai kesepakatan mengenai besaran kenaikan upah dan menghentikan mogok kerja yang dilakukan selama ini. “Pada dasarnya pemerintah memberikan apresiasi kepada kedua belah pihak yang tetap bersedia untuk melakukan perundingan, Kita berharap masalah ini tidak berlarut-larut dan segera menemukan kesepakatan bersama,” kata Myra.

Analisis:

Bagi pihak pemilik Freeport:

Saya lihat dari pihak Freeport tidak banyak menanggapi ataupun menggubris demo buruh. Mereka (pihak Freeport) hanya memerintahkan para manajemen untuk memproses proses persidangan yang ada.

Bagi pihak demo buruh:

Mereka menuntut kenaikan gaji karna berdasarkan kebutuhan yang terus meningkat tajam. Apalagi bagi buruh yang tinggal didaerah papua. Biaya hidup mereka disana sangatlah tinggi. Jika tidak diseimbangkan dengan pendapatan ataupun pemasukan mereka, mau dari mana lagi mereka mau mencukupi kebutuhan mereka.

Bagi pihak Pemerintah:

Pemerintah disini berperan menengahi konflik antara kedua belah pihak tersebut.

 

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4f850761354ba/pelatihan-hubungan-industrial—hukumonline-2012

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4ebbf8bd07692/kisruh-freeport-disidangkan-di-phi-jakarta-

 

Corporate Social Responsibility (CSR)

Definisi CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability.

Contoh perusahaan yang menggunakn CSR

Perusahaan Telkom Indosat

Sebagai bentuk komitmen Indosat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, Indosat telah melaksanakan berbagai progam yang kami harapkan dapat meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia untuk menjadi lebih baik.

Corporate Social Responsibility yang kami lakukan tidak terbatas hanya pada pengembangan dan peningkatan kualitas masyarakat pada umumnya, namun juga menyangkut tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Kepedulian terhadap pelanggan, pengembangan Sumber Daya Manusia, mengembangkan Green Environment serta memberikan dukungan dalam pengembangan komunitas dan lingkungan sosial. Setiap fungsi yang ada, saling melengkapi demi tercapainya CSR yang mampu memenuhi tujuan Indosat dalam menerapkan ISO 26000 di perusahaan.

Penerapan CSR Indosat mencakup 5 inisiatif, yang dilakukan secara berkesinambungan yaitu:

 

 

 

Organizational Governance

Penerapan tata kelola Perusahaan terbaik termasuk mematuhi regulasi dan ketentuan yang berlaku, berlandaskan 5 prinsip: transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, interpendensi dan kesetaraan.

Consumer Issue

Menyediakan dan mengembangkan produk dan jasa telekomunikasi yang memberikan manfaat luas bagi pemakainya, layanan yang transparan dan terpercaya.

Labor Practices

Mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara Perusahaan dan karyawan serta pengembangan sistem, organisasi dan fasilitas pendukung sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Perusahaan.

Environment
Mengembangkan budaya Peduli lingkungan termasuk upaya-upaya nyata untuk mengurangi penggunaan emisi karbon dalam kegiatan perusahaan.

Community Involvement

Ikut mengembangkan kualitas hidup komunitas dalam hal kualitas pendidikan sekolah dan olahraga, kualitas kesehatan, serta ikut serta dalam mendukung kegiatan sosial komunitas termasuk bantuan saat bencana/musibah.

CSR Goal Indosat 

Bertumbuh, mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku serta Peduli kepada masyarakat.

Program CSR di tahun 2008 memiliki tema khusus “Indosat Cinta Indonesia”, yang kemudian pada tahun 2009, tema CSR Indosat berkembang menjadi “Satukan Cinta Negeri” sebagai bentuk refleksi komitmen dan tanggungjawab Indosat sebagai perusahaan di Indonesia yang Peduli atas kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, serta upayanya untuk senantiasa berkarya, memberikan manfaat, serta mengajak peran serta seluruh stakeholder untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik, yang merupakan terjemahan  dari keinginan   masyarakat pada umumnya untuk terlibat secara aktif dalam berbagai program sosial Indosat.

Program Indosat “Satukan Cinta Negeri” diterapkan melalui berbagai aktifitas antara lain adalah: 

 

 

Program yang telah dilakukan akan terus berjalan dan ditingkatkan kualitasnya. Seluruh program CSR yang dilaksanakan oleh Indosat akan terus dievaluasi secara berkala agar betul-betul dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan Bangsa Indonesia sesuai CSR Goal Indosat.

Betapapun besarnya masalah yang dihadapi dunia pendidikan, kesehatan, lingkungan serta permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia pada umumnya, maka setiap langkah nyata yang dilakukan oleh Indosat merupakan tahapan yang berarti untuk menuju masa depan yang lebih baik.

Menganalisis Iklan pada Media Televisi

Kelompok

Nama : Ishaq Hasan               (12209872)

Rahmah Mumtazah (16209201)

Rinaldi Yahya           (13209696)

Kelas : 4EA06

Matkul : Etika Bisnis

Menurut para ahli mengatakan (Bertens) menyatakan bahwa etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi kritis tentang moralitas dalam kegiatan ekonomi dan bisnis. Kelompok kami ingin membahas perindustrian produk mie.

Mie Sedaap

Mie Sedaap adalah merek mi instan populer kedua di Indonesia, diproduksi oleh Wings Food. Diluncurkan pada tahun 2003. Selain di Indonesia, Mie Sedaap juga dijual di luar negeri, antara lain Malaysia. Pada tahun 2008 Mie Sedaap meluncurkan kemasan baru dengan formula baru Diperkaya 7 Vitamin. Pada tahun 2009 Mie Sedaap meluncurkan rasa barunya, Rasa Kari Spesial dengan Bumbu Kari Kental dan Rasanya Nendang. Pada tahun 2011 Mie Sedaap meluncurkan rasa barunya, Rasa Ayam Spesial dengan Kaldunya Mantap.

Etika Bisnis Produk Mie Sedaap di media iklan televisi :
Sering kita melihat iklan mie Sedaap di televisi, yang menampilkan artis-artis yang sedang menikmati sedapnya Mie Sedaap. tujuan dari adegan tersebut agar para penonton penasaran sehingga berniat untuk membeli dan mencoba rasa nikmatnya dari mie sedaap tersebut. Dibalik hal tersebut secara tidak langsung menjelaskan bahwa mie sedaap memiliki rasa yang lebih enak dan menggugah selera dibanding produk mie instant yang lainnya.

ANALISIS:

Berdasarkan teori diatas menyatakan bahwa persaingan periklanan di Indonesia semakin ketat sehingga para konsumen menjadi bingung untuk mengkonsumsi produk yang mana. Dengan begitu banyak dari konsumen untuk mencoba produk produk yang baru seperti dari bagian rasa dan penampilan produk tersebut .

Etika bisnis Pada Sarimi

Sarimi adalah merek mi instan terpopuler keempat di Indonesia, diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, diluncurkan pada tahun 1982. Di Indonesia, sebutan “Sarimi” juga umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.

Sarimi (mie instant)

Bagi banyak orang Indonesia, mie Instant biasa disebut dengan Sarimi. padahal kalian tahu sendiri, produk mie instant di indonesia bukan hanya Sarimi. melainkan ada banyak produk lain seperti Indomie, Mie sedap, Supermie, dan lain lain. Tapi rakyat Indonesia sudah kadung meyebut sarimi sebagai brand Mie instant walaupun produk mereka sudah kalah dengan Mie Sedap yang kini menjadi produk Mie Instant terlaris di Indonesia

Iklan Produk Indomie Goreng Rendang:

            Indomie adalah merek produk mie instan yang sangat populer di Indonesia dan Nigeria. Indomie diproduksi oleh PT.Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk paling sukses dari perusahaan milik Sudono Salim ini mulai diluncurkan ke pasar sejak tanggal 9 September 1970, dan pertama kali hadir dengan rasa Ayam dan Udang. Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di Amerika SerikatAustralia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa, dan itu menjadikan Indomie sebagai salah satu dari segelintir produk asli Indonesia yang mampu menembus pasar internasional . Di Indonesia sendiri, sebutan “Indomie” sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.

Dalam hal ini saya akan membahas pemasaran salah satu produk Indofood yaitu Indomie Goreng Rendang.

Perusahaan ini memilih para remaja untuk menjadi artis dalam iklan ini. Bagaimana 3orang lelaki mendekati anak seorang ibukosnya. Salah satu dari mereka memasak indomie goreng rendang. Karena setiap orang mempunyai selera yang sama terhadap makanan ini

Kelebihan Indomie Goreng Rendang:

  • Rasa sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia
  • Memiliki rasa berbeda dibandingkan produk mie lain.
  • Memadu padankan makanan yang diminati orang pada umumnya
  • Frekuensi penayangan lebih banyak sehingga mudah diingat para konsumen
  • Rasanya lebih nendang.
  • Pernah menggunakan artis terkenal seperti grup vocal RAN dan artis cantik Sandra Dewi

Menurut saya dalam iklan ini terlalu banyak menggunakan para remaja. Begitu pula dengan iklan yang dipasang sebelum iklan baru muncul. Perusahaan menggunakan artis bernama Sandra Dewi. Jadi mengibaratkan seolah-olah hanya para kaum remaja saja yang banyak tertarik pada mie tersebut, padahal semua orang mengetahui bahwa setiap orang dari kalangan apapun pasti mereka menyukai mie.

Sedangkan bagi para konsumen, keberadaan Merek menjadi sebuah alat bantu dalam  mengenali dan mengetahui kualitas produk, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk membeli sebuah produk. Jadi tidaklah salah, bila banyak pelaku bisnis menjadikan merek produk sebagai ujung tombak bagi perusahaannya agar bisa memenangkan persaingan pasar.

Berikut kami informasikan mengenai lima strategi merek menurut Kotler (2000) yang bisa Anda gunakan dalam strategi bisnis Anda kedepannya.

1. Lakukan perluasan lini. Perluasan lini dapat dilakukan para pelaku usaha dengan cara  menambahkan varian baru pada produk mereka. Hal ini sengaja dilakukan untuk memperluas  target pasar yang mereka bidik dan menguatkan merek tersebut di kalangan masyarakat luas. Salah satu produk yang telah menggunakan strategi ini adalah produk  sampo Sunsilk. Mereka sengaja mengeluarkan beragam varian produk sampo sesuai dengan jenis rambut konsumennya, seperti sampo untuk rambut rontok, rambut berketombe, rambut kering, rambut berminyak, dan lain sebagainya.

2. Perluasan merek (Brand Extension). Strategi ini sering dilakukan beberapa perusahaan besar untuk menguasai pasar. Mereka memanfaatkan merek yang sudah dikenal banyak orang, untuk mengeluarkan produk baru guna menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Lihat saja merek lifebuoy yang dulunya dikenal masyarakat sebagai merek sabun, sekarang mulai melebarkan sayapnya dengan meluncurkan produk handwash (sabun cuci tangan), serta sampo untuk memperluas merek produknya di pasaran.

3. Gunakan strategi multi-merek. Selain menambahkan varian baru pada produk Anda, salah satu strategi pemasaran lainnya yang bisa digunakan yaitu menggunakan tambahan merek untuk kategori produk yang sama. Strategi ini dilakukan para pengusaha untuk menarik minat konsumen dari berbagai kalangan. Contohnya saja seperti perusahaan Indofood yang sengaja meluncurkan merek Indomie, Supermi, serta Sarimi untuk membidik target pasar yang berbeda. Sehingga tidak heran, jika sampai saat ini Indofood berhasil menjadi market leader untuk kategori produk mie instan.

Mungkin kita semua menyadari bahwa “Mempertahankan posisi terbaik lebih sulit daripada meraihnya”.  Jika dikaitkan dengan dunia pemasaran, sering kita jumpai tingkah polah strategi merek di posisi market leader yang tidak mencerminkan posisinya sebagai market leader.  Terutama bila posisinya mulai  terganggu dan digerogoti oleh pesaingnya.  Beberapa perusahaan seperti kebakaran jenggot dan mengambil tindakan yang dapat merugikan posisinya.

Mari kita flash back ke beberapa tahun ke belakang, ketika Indomie yang merupakan market leader yang sangat kuat dan dominan, mendapat serangan dari Mie Sedaap.  Pangsa pasar mie instant Indofood yang melempar banyak merek di pasar dengan 3 merek utama yaitu Indomie, Supermi dan Sarimi, perlahan tapi pasti mulai digerogoti oleh Mie Sedaap.  Diferensiasi rasa yang diusung produk, mampu mengambil perhatian konsumen yang sudah terbiasa dengan rasa existing brand, yang diperkuat pula dengan nama Mie Sedaap dan tagline“Jelas Terasa Sedapnya”.  Beberapa tahun, Indofood terlihat kelimpungan menghadapi serangan pesaingnya. Indomie sebagai merek leader Indofood sempat ikut tertantang meladeni peperangan melawan Mie Sedaap.

Melihat hasil tracking survei Top Brand (Grafik 1), meskipun Indomie tetap menempati posisi pertama sebagai merek terpopuler, nilai indexnya sempat turun di tahun 2005 sampai dengan tahun 2007, sementara Top Brand Index Mie Sedaap meningkat di tahun tersebut (Mie Sedaap diluncurkan tahun 2003), dan menempati posisi kedua mengalahkan posisi merek Supermi.  Selanjutnya strategi iklan thematic yg diusung Indomie dirasa mampu meningkatkan rasa kebanggaan konsumennya, dimana Indomie merupakan bagian dari masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Index Top Brand Indomie di tahun 2008 sampai dengan 2011 kembali naik sedangkan Mie Sedaap cenderung turun. Di tahun terakhir ini  strategi Indomie diperkuat dengan meningkatkan involvement konsumen dengan kampanye “Ini Ceritaku, Apa Ceritamu”  yang tidak hanya dikomunikasikan di media konvensional namun juga menjadi pembicaraan di media digital seperti social media.

Analisis Kelompok Kami:

Menurut analisis kami dalam sudut pandang etika bisnis bahwa ketiga iklan dari perindustrian mie tersebut tidak saling menyerang. Mereka berlomba-lomba menampilkan keunggulan dari produk yang mereka ciptakan dengan menggunakan artis-artis terkenal maupun menggunakan keunikan seperti halnya Mie Sedap  dengan menggunakan ungkapan “lidah gak pernah bohong” yang mereka gunakan selalu walaupun sudah berganti cerita dan model dalam iklan tersebut.

Referensi:

https://ianzhamumtazah.wordpress.com/

http://aldycr9.blogspot.com/2012/10/etika-iklan-mie-sedap-di-media-televisi.html

http://hassanishaq.blogspot.com/2012_10_01_archive.html

Previous Older Entries